BANGUN STRATEGI DAN DAYA SAING DEMI PENINGKATAN USAHA TANI CABE BESAR DI KABUPATEN JEMBER

Jember – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mandala Jember melaksanakan kegiatan Seminar Nasional dan Agribusiness Millennial Science Talk pada hari Jumat, 11 Oktober 2019 bertempat di Kampus STIE Mandala Jember. Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan implementasi yang bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya terkait dengan daya saing dan strategi pengembangan agribisnis cabe merah di Kabupaten Jember yang merupakan salah satu dari 17 tujuan dalam pencapaian SGDs (Sustainable Development Goals).

Seminar Nasional dengan tema Daya Saing dan Strategi Pengembangan Agribisnis Cabe Merah di Kabupaten Jember mengundang tiga pemateri yaitu Dr. Muhammad Firdaus, S.P., M.M., M.P., Dr. Luh Putu Suciati, S.P., M.Si dan Dr. Nurhayati, S.TP., M.Si. Dalam seminar nasional tersebut ketiga pemateri memaparkan tentang usahatani cabe di Kabupaten Jember dengan fokus pada biaya, penerimaan, keuntungan, BEP (Break Even Point), dinamika harga cabe yang mengalami fluktuasi (peningkatan dan penurunan) harga tergantung pada permintaan dan penawaran pasar, serta produk pertanian yang mudah rusak memerlukan pengolahan lebih lanjut melalui agroindustri termasuk produk cabe.

Pada kegiatan kedua yaitu Agribusiness Millennial Science Talk bekerjasama dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) bersama dengan SDGs Center Universitas Jember, dalam kegiatan tersebut hadir lebih dari 30 mahasiswa seluruh Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI). Dua narasumber dalam diskusi ini adalah Adhitya Wardhono, S.E., M.Sc., Ph.D (SDGs Center Unej & Head of International Office) dan Andrie Kisroh Sunyigono, S.P., M.P., Ph.D (Ketua Perhepi Komda Bangkalan).  Keduanya membahas tentang aksi nyata generasi muda dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan dan masa depan pertanian dalam kerangka agenda 2030. Selanjutnya setelah sesi diskusi dan tanya jawab berakhir dilaksanakan deklarasi rencana aksi generasi muda pertanian dalam agenda 2030 dipandu oleh Ketua POPMASEPI periode 2019-2021.

Tidak berhenti disini kegiatan pada tanggal 15 Oktober 2019 diadakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas Analisis SWOT dalam Penentuan Kunci Daya Saing dan  Strategi Pengembangan Usahatani Cabe Besar di Kabupaten Jember. FGD ini terlaksana sebagai tindaklanjut hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Muhammad Firdaus, S.P., M.M., M.P., Drs. Suherman, M.P., Drs. Farid Wahyudi, M.Kes., Ahmad Sauqi, S.E., M.M., dan Nanda Widaninggar, S.E., M.Ak., Ak., CA melalui Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) yang diselenggarakan oleh Kemenrisktekdikti tahun 2019. Pada FGD tersebut dihadiri oleh 28 petani cabe merah di 19 Kecamatan dan perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultur dan Perkebunan, dalam FGD tersebut diperoleh hasil yaitu faktor-faktor pendorong dan penghambat usahatani cabe besar di Kabupaten Jember. Dari seluruh faktor yang telah diperoleh pada FGD tersebut melalui Force Field Analysis (FFA) diperoleh hasil bahwa faktor pendorong kunci adalah peluang keuntungan lebih tinggi dan faktor penghambat kunci adalah cuaca dan iklim yang kurang mendukung.