Pelantikan Pengurus ISEI Cabang Jember 2019-2022 dan Kuliah Umum Kebanksentralan ‘Perekonomian Indonesia: Prospek dan Arah Bauran Kebijakan’

Pada hari Selasa, 5 November 2019, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Jember bekerjasama dengan Bank Indonesia, Bank Indonesia Institute (BINS), dan Universitas Jember menyelenggarakan Pelantikan Pengurus ISEI Cabang Jember 2019-2022. Pengurus ISEI Cabang Jember 2019-2022 ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pengurus Pusat (PP) Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Nomor: S–05/PP-ISEI/SK/I/2019 tentang Pengangkatan, Pengesahan dan Penetapan Masa Jabatan Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Jember  Periode  2019  –  2022  tanggal  23  Januari  2019.  ISEI  Cabang  Jember  2019-2022  resmi dilantik oleh Sekretaris Umum PP ISEI, Dr. Solikin M. Juhro, yang juga menjabat sebagai Kepala BINS di Gedung Sutardjo, Universitas Jember.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Solikin M. Juhro juga menjadi pemateri Kuliah Umum Kebanksentralan bertema Perekonomian Indonesia: Prospek dan Arah Bauran Kebijakan dengan mengangkat judul Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan: Tantangan dan Strategi Kebijakan”. Dalam paparannya, Dr. Solikin M. Juhro menyebutkan prospek pertumbuhan ekonomi domestik dihadapkan pada empat tantangan utama global. Pertama, perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang merata. Kedua, volatilitas aliran modal asing yang tinggi. Ketiga, pesatnya perkembangan ekonomi dan keuangan digital. Keempat, perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi milenial dan teknologi digital.

Menghadapi berbagai tantangan perekonomian, Bank Sentral Republik Indonesia mengimplementasikan strategi bauran kebijakan nasional dengan lima fokus koordinasi kebijakan. Untuk itu, dibutuhkan peran pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi daerah, elektronifikasi transaksi keuangan pemerintah daerah yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta dukungan pengembangan sektor prioritas. Hal ini dilakukan tidak lepas dari krisis keuangan global dimasa lalu yang menuntut perlunya reformasi atas mandat dan kebijakan bank sentral. Pertama, selain mandat stabilitas harga, bank sentral juga mendapat mandat ganda untuk turut mendukung stabilitas sistem keuangan (SSK). Kedua, kebijakan makroprudensial diperlukan untuk mengatasi prosiklisitas dan  risiko  sistemik  dalam  keterkaitan  makrofinansial  yang  sering mendahului dan memperparah krisis finansial. Ketiga, stabilitas moneter dan sistem keuangan rentan terhadap volatilitas aliran modal asing, khususnya di negara  Emerging Market Economy (EME) sehingga memerlukan manajemen pengendalian aliran modal asing.

Terkait dengan eksistensi ISEI sebagai stakeholder bank sentral, Ketua ISEI Cabang Jember 2019-2022, Dr. Muhammad Miqdad, SE, M.M., Ak., CA. menyebutkan bahwa tantangan perekonomian saat ini diterjemahkan ISEI Jember sebagai amanat untuk membangun sinergi yang konkret dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya unsur academician (A), business (B), dan government (G). Untuk itu, ISEI Jember perlu mendorong perannya dalam perumusan- perumusan kebijakan untuk menjawab berbagai tantangan perekonomian, termasuk didalamnya berkontribusi mencari sumber-sumber pertumbuhan baru, mengatasi defisit transaksi berjalan, menciptakan lapangan kerja, memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan mengatasi kesenjangan ekonomi antar daerah.

Atas dasar itulah, komposisi kepengurusan ISEI Cabang Jember 2019-2022 melibatkan unsur otoritas, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perguruan tinggi yang tersebar dalam empat kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten  Jember.   Adapun  perguruan  tinggi yang terlibat dalam  kepengurusan  ISEI Cabang Jember 2019-2022 adalah Universitas Jember, IAIN Jember, Politeknik Negeri Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, STIE Mandala Jember, Universitas Moch. Sroedji, STIE Widyagama Lumajang, dan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo.

Secara nasional, sejak berdiri pada Januari 1955 dengan ketua pertama Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, ISEI telah berperan besar dalam ikut memajukan perekonomian Indonesia. Sebagaimana visinya untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi nasional dengan didukung oleh penguatan sinergi bersama pengampu kebijakan, baik di pusat dan daerah, ISEI senantiasa memperkuat perannya dalam perumusan kebijakan ekonomi, pengembangan kualitas akademis, riset dan profesionalisme, serta peningkatan kerjasama di tingkat nasional maupun internasional.

Secara kelembagaan, seperti halnya ISEI pada tingkat pusat, ISEI Jember saat ini juga menghadapi tantangan yang tidak kalah berat. Dengan kepengurusan baru, ISEI Jember dituntut untuk mampu memberdayakan potensi sumber daya anggota sebagai modal dasar pembangunan ekonomi nasional serta mendorong peran aktif asosiasi dalam peningkatan kualitas akademis maupun riset di perguruan-perguruan tinggi, tidak hanya memperbaharui pemikiran-pemikiran teoritikal   yang   terkini,   tapi   juga   mampu   memberikan   pemikiran-pemikiran   aplikatif   yang diperlukan bagi perumusan kebijakan, dan bertaraf internasional. Selain itu, ISEI Jember juga dituntut untuk mendorong peran asosiasi dalam pengembangan profesi yang terstandarisasi dan bertaraf internasional, mendorong kerja sama dengan lembaga-lembaga profesi sejenis, serta dengan lembaga profesi lainnya, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga tingkat internasional, serta untuk mengembangkan paradigma interdisipliner dalam rangka mendorong pembangunan nasional.

Demikian siaran pers ini disampaikan untuk disebarluaskan kepada publik sebagai bentuk informasi atas keberadaan ISEI Cabang Jember 2019-2022 yang telah dilantik dan siap bersinergi konkret dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya unsur A-B-G, dalam perumusan- perumusan kebijakan untuk menjawab berbagai tantangan perekonomian global yang pada akhirnya akan menjadi turunan bagi tantangan perekonomian regional dan daerah. ISEI Cabang Jember 2019-2022 berkomitmen untuk mendorong peran sertanya dalam perumusan-perumusan kebijakan, terutama untuk menjawab berbagai tantangan perekonomian, termasuk didalamnya berkontribusi mencari sumber-sumber pertumbuhan baru, mengatasi defisit transaksi berjalan, menciptakan lapangan kerja, memajukan UMKM, dan mengatasi kesenjangan ekonomi antar daerah.