Dampak Virus Corona Terhadap Ekonomi dan Pasar Modal bersama Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM)

Photo By : Ali Bastomi

Jember, 04 Maret 2020 pukul 08.00-12.00 telah di gelar acara Seminar Nasional Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) STIE Mandala Jember di Auditorium lantai 2 STIE Mandala Jember dengan tema “Dampak Virus Corona Terhadap Ekonomi dan Pasar Modal”.

Dra. Agustin H.P, M.M selaku Ketua STIE Mandala Jember dalam sambutannya mengatakan “Sudah 10 tahun Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) STIE Mandala Jember menjalin kerjasama dengan Kresna harapan saya semoga kerjasama ini terus berlanjut ke depannya dan juga saya sangat mengapresiasi dengan diadakannya acara ini karena bagi mahasiswa sendiri seminar ini sangat penting agar nantinya setelah seminar ini mahasiswa dapat mengetahui dampak virus corona terhadap masyarakat terutama di perekonomian dan pasar modal. Munculnya virus corona juga berdampak pada pendidikan salah satunya mahasiswa kami yang sedang mengenyam pendidikan di China harus pulang,” ujarnya.

Hendry Wijaya S.E, M.M selaku pemateri pertama dalam penyampaian materinya pada acara ini mengatakan “Dampak virus corona sangat berpengaruh terutama pada investasi di China. Penjualan mobil turun 92%, retail melesu seperti KFC, Starbucks, Pizza Hut, dan McDonald’s tutup, satelit nasa tunjukkan polusi berkurang drastis karena virus corona. Dari 30 tahun terakhir, saat ini merupakan tahun yang mana bisa dikatakan titik terendah pertumbuhan ekonomi di China. China merupakan pusatnya supply bahan baku manufaktur semenjak munculnya virus corona bahan baku tidak lagi di ekspor ke jepang, produksi mobil pun menurun 10%.

Bahan baku pembuatan masker di Indonesia juga berasal dari China saat ini perusahaan manufaktur pembuatan masker juga mengalami kesusahan. Jerman, Jepang, Singapura merupakan negara yang mengalami dampak paling besar karena virus corona. Sedangkan ekonomi di Indonesia masih kuat karena tiga hal, yaitu 55% ekonomi Indonesia digerakkan oleh konsumsi domestik, bonus demografi, dan pertumbuhan kelas menengah. Sedangkan kelemahan ekonomi Indonesia tax ratio rendah hanya 10% dari GDP masih bergantung dengan pendanaan eksternal dan sangat bergantung dengan komoditas padahal harganya di sini sangat fluktuatif dan ada siklusnya. Untuk saat ini saham yang paling menjanjikan untuk dibeli adalah saham perbankan, indofood, unilever, dan sampoerna,” ujarnya.

Asikin Ashar S.E, M.Si selaku pemateri kedua dalam penyampaian materinya mengatakan “Corona bukan sebuah kambing hitam isu corona bukan satu-satunya isu yang dapat menggoyahkan perekonomian Indonesia, potensi pasar modal Indonesia sangat bagus jumlah penduduk bisa menjadi penolong terjadinya permasalahan ekonomi di dalam pasar modal. Pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis ekonomi yang berawal dari thailand, tahun 2008 terjadi krisis ekonomi global dan juga berdampak pada Indonesia. Selama 10 tahun terakhir, hanya 3 kali terjadi penurunan pasar modal di Indonesia munculnya wabah virus corona saat ini sangat mengancam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Indonesia terdampak virus corona sebesar 0,2%, saat SARS dan MERS mewabah memang terjadi penurunan pasar modal akan tetapi pada akhir tahun mengalami kenaikan. Makro ekonomi kita saat ini sangat bagus pasar modal memang menurun akan tetapi hanya sesaat saja karena modal kita masih ada jadi saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli saham,” ujarnya.

Devi Andriani selaku Ketua Umum saat ditemui di lokasi mengatakan rangkaian kegiatan ini “Sebagai bentuk untuk menginformasikan terhadap mahasiswa bahwa virus corona juga berdampak terhadap perekonomian dan pasar modal yang berada di Indonesia,”  ujarnya.

Acara ini sangat meriah, ditambah dengan kehadiran pemateri dari Kresna  dan seluruh peserta yang sangat ber antusias terhadap acara Seminar Nasional yang diadakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) STIE Mandala Jember.

Reporter: Ali Bastomi

Penulis: Sela Bunga Novensa

Redaksi: Tanti Melasari

LPM INVESTASI |STIE Mandala Jember