SURAT EDARAN MENANGGAPI #DIRUMAHAJA, STIE MANDALA JEMBER BERLAKUKAN E-LEARNING

Jember – Menanggapi surat edaran yang dikeluarkan oleh menteri pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem, Surat Edaran (SE) nomor 3962/MPK.A/HK/2020 mengenai pembelajaran secara daring atau online dan melakukan pekerjaan dari rumah demi memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), STIE Mandala Jember pun mulai menerapkan intruksi tersebut dengan melakukan #dirumahaja serta mengeluarkan surat edaran pada tanggal 17 Maret 2020, Nomor: 23/STIE.Mand/J/SE/2020 untuk melakukan seluruh kegiatan pembelajaran kelas pagi maupun malam serta program pascasarjana dilakukan secara online.

Mengingat bahwa berdasarkan data yang tim kami peroleh mengenai update Covid-19 di wilayah Jawa Timur pada Senin 23 Maret 2020 mencapai 41 orang terkontaminasi positif Covid-19, 1,405 masuk ke dalam kategori ODP (Orang Dalam Pemantauan) serta 125 PDP (Pasien dalam Penanganan) segala upaya telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ini supaya tidak meluas lagi. Di wilayah Jember sendiri sesuai dengan informasi yang diberikan Tim SATGAS Penanganan Covid-19 kabupaten Jember, data update pada tanggal 23 Maret 2020 pukul 13.00 WIB, 0 orang positif Covid-19, 4 masuk ke dalam PDP dan 69 orang masuk kategori ODP.

“Kita sebagai generasi muda bisa membantu agar penyebaran Covid-19 ini tidak meluas dengan memberikan edukasi, informasi kepada sesama atau masyarat. Jika dirasa perlu kita bisa bergabung dengan perkumpulan yang bergerak untuk mencegah Corona sehingga penyebaran di Mandala pun dapat dihindari.” Ujar Khusnul Laily Fitria mahasiswi Manajemen semester enam ketika kami hubungi melalui WhatsApp.

Demi memutus rantai penyebaran virus ini, berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di wilayah Jember mulai menerapkan kuliah berbasis daring atau online. Salah satunya STIE Mandala Jember. Penggunaan E-Learning berlangsung sehari setelah surat edaran dari STIE Mandala Jember resmi dikeluarkan, yang berarti sudah sepekan lebih mahasiswa/i STIE Mandala Jember menggunakan E-Learning selama proses perkuliahan.

Dimas Khoirul Amin selaku Duta Kampus STIE Mandala Jember, ketika dihubungi via online oleh tim LPM INVESTASI STIE Mandala Jember menyampaikan pendapatnya mengenai sistem perkuliahan yang ada di Mandala saat ini. Dimas menyampaikan bahwa E-Learning di Mandala sudah optimal sebab tetap bisa membantu perkuliahan tanpa harus bertatap muka.

“Menurut saya sudah optimal. Karena untuk keadaan seperti ini memang untuk sistem kuliah online dan dengan menggunakan E-learning ini, sudah cukup optimal. Karena sistem perkuliahan sudah bisa membantu tanpa harus tatap muka karena kampus sekarang meliburkan. Kita bisa tetap berdiskusi dengan dosen maupun dengan mahasiswa lain dan juga menerima materi serta tugas.”

Hanya saja penggunaan E-Learning juga memiliki kekurangan. Banyak juga yang menyampaikan keluh kesahnya terkait kuliah online ini.

“Kekurangannya, seperti yg di sambati (keluhkan) sama anak-anak. Paketan, sinyal, ada yang full memori. Dan dengan kuliah online, tugas kita makin banyak cuy. Tapi ya menurut saya penggunaan e learning ini cukup bagus sih demi mengatasi Covid-19 ini.” Ujar Dimas.

Pernyataan tersebut kemudian di dukung oleh salah satu dosen STIE Mandala Jember. Ibu Nurshadrina Kartika Sari S.E., M.M. menyampaikan bahwa sistem E-Learning ini sudah ada sejak lama di Mandala.

“Sebenarnya penggunaan E-Learning sudah dari lama diterapkan oleh STIE Mandala, namun khusus untuk pengiriman materi dan tugas-tugas saja. Untuk yang spesifik pembelajaran daring dengan memanfaatkan fasilitas di dalam E-Learning kami ya baru sekarang ini lebih maksimal,”

Beliau juga menambahkan bahwa penggunaan E-Learning ini juga sangat membantu beberapa pihak termasuk antara dosen dan mahasiswa begitu juga sebaliknya dalam hal pembelajaran. Di E-Learning juga disediakan materi dan kuis untuk menunjang pembelajaran lebih mudah bagi mahasiswa. Serta penggunaan sistem ini juga salah satu upaya yang dilakukan STIE Mandala Jember demi mencegah penyebaran Covid-19 ini.

“Sangat membantu sekali keberadaan E-Learning kami, karena di era yang sudah menggunakan teknologi penyebaran virus seperti Covid-19 tidak lagi menjadi sebuah halangan bagi kami dan mahasiswa melaksanakan proses belajar mengajar,” Ujar salah satu dosen pengampu mata kuliah di STIE Mandala Jember tersebut.

Juhrotunnisa’ mahasiswi Manajemen semester empat menyampaikan pendapatnya terkait dengan keefektifan kuliah online menggunakan E-Learning ini.

“Menurut saya kurang efektif, karena materi yang seharusnya dijelaskan secara detail oleh dosen, kita sebagai mahasiswa hanya diberikan materinya dan belajar memahami isi dari materi tersebut.”

Beberapa mahasiswa lain juga menyampaikan hal yang sama terkait dengan kuliah online ini dan juga #dirumahaja.

“Setelah 1 minggu #dirumahaja saya jadi tersiksa. Mungkin gak saya saja semua mahasiswa juga tersiksa, karena tugas banyak, belum lagi yang rumahnya susah signal mereka harus keluar cari-cari signal, gak hanya itu di sini kita kurang nilai bikin kita males juga. Ya semoga nggak di perpanjang ya kuliahnya, denger-denger sih mau di perpanjang tapi jangan deh. Kita lakukan aja PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat)” Ujar Cindi Pradita Sari mahasiswi Akuntansi semester enam.

Hal serupa juga disampaikan oleh mahasiswa/i dari Ekonomi Pembangunan dan Program Studi (Prodi) D3 Keuangan dan Perbankan.

“Ya dengan adanya kuliah online, yang harus ada E-Learning yang dilakukan di rumah aja, itu tidak nyaman. Karena juga penjelasan untuk materi perkuliahan kami itu juga kurang jelas, pokoknya bedalah sama perkuliahan langsung. Dan kalo di rumah aja bosen.” Ujar Lely Nurul mahasiswi prodi Ekonomi Pembangunan.

Pendapat dari Umar mahasiswa Ekonomi Pembangunan semester dua terkait #dirumahaja ternyata bisa digunakan oleh para orangtua untuk memantau anak-anaknya belajar. Seperti apa proses belajar mereka selama ini.

“Bagus sih jadi orangtua tau kalau anaknya belajar dan orangtua bisa menilai perilaku anaknya saat belajar bagaimana. Juga bisa berkumpul dengan keluarga.” Ujar Umar.

Dalam penanganan kasus ini, Desi Kusuma Rahmadani mahasiswi prodi D3 mengemukakan bahwa, tindakan yang dilakukan Mandala sudah benar dengan menerbitkan surat edaran tersebut.

“Mandala udah bagus dalam ambil tindakan pembelajaran online untuk pencegahan itu bagus banget dan membantu banget buat kasus ini. Karena kasus virus ini kan rentan banget nular. Cuman mungkin servernya aja kadang suka eror udah sih gitu aja.” Ujar Desi.

Sebagai penutup perihal Covid-19 dan penerapan E-Learning di STIE Mandala Jember, kami Tim LPM INVESTASI berkesempatan mewawancarai salah satu dosen STIE Mandala Jember via WhatsApp terkait himbauan dan harapan untuk seluruh mahasiswa/i maupun harapan beliau untuk STIE Mandala Jember kedepannya.

Ibu Dra. Haifa, M.M. menyampaikan rasa prihatinnya kepada beberapa mahasiswa yang masih saja berada di kampus padahal himbauan untuk #dirumahaja sudah giat-giatnya Mandala umumkan.

“Harapannya, di rumah itu mereka bener di rumah. Belajar secara online. Harapannya juga untuk kita semua terhindar dan kita sehat. Memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini. Tapi, mahasiswa sulit banget dibilangin, tadi saya ke kampus masih ada mahasiswa yang ke kampus dengan berbagai alasan yang tidak penting menurut saya. Karena kan berbagai kegiatan kemahasiswaan dihentikan sementara. Kita kan bangsa yang berbudaya, harus mengikuti apa yg diperintahkan. Bila negara menentukan, ya kita mengikuti. Kalau di rumah ya di rumah.” Ujar Ibu Haifa.

Terkait dengan penggunaan E-Learning, beliau juga menyampaikan bahwa penerapan ini baru benar-benar berjalan satu minggu. Jelas masih ada beberapa kekurangan yang sedang diperbaiki oleh Mandala. Beliau mengatakan jika Mandala tidak diam. Mandala terus bergerak demi memperbaiki dan bebenah untuk kepentingan bersama.

“Jujur, belum maksimal (penerapan  metode belajar E-Learning) karena kita masih tahap baru awal. Jadi banyak kekuarangan. Dan cara meminimalisir kekurangan tersebut adalah dengan melakukan solusi lain. Semisal untuk absensi melalui kuis-kuis yg dikerjakan di E-Learning, tanya jawab materi. Kalau dikatakan optimal dan efektif, itu nanti. Tidak ada sesuatu yang dari 0 langsung 100. Pasti ada tahapannya. Kita terus berusaha agar semuanya berjalan lancar. Kita harus sabar, memaklumi dan komunikasi.”

Pada wawancara kali ini, Ibu Haifa juga sangat meminta tolong kepada seluruh mahasiswa/i Mandala untuk membantu negara ini demi memutus mata rantai dengan melakukan social distancing atau tidak pergi nongkrong-nongkrong.

“Tolong bantu situasi negara kita saat ini, Jadi, diamlah di rumah. Hilangkan nongkrong minum kopi karena masih banyak yang seperti itu (nongkrong)  karena penyebaran ini sangat berbahaya. Kita melakukan pencegahan bukan karena takut matinya, tapi memutus mata rantai penyebarannya.”

LPM INVESTASI mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang terlibat dalam berita ini. Semoga tetap sehat. Jaga kesehatan dan tetap melakukan tindakan kebersihan. Stay Safe!

Reporter: TIM LPM INVESTASI

Penulis berita: Tanti Melasari

Redaksi dan Pengembangan: Tanti Melasari

LPM INVESTASI | STIE Mandala Jember