BINCANG SANTAI ALA STIE MANDALA

( PART I )

Bincang-bincang dengan Bapak Dr. Suwignyo Widagdo, SE, MM, MP.

Dalam rangka membunuh kebosanan dan juga menghilangkan kepenatan, STIE Mandala Jember melalui Ibu Nurshadrina Kartika Sari, SE.,MM membuat sebuah program yakni “Bincang Santai” melalui Live Instagram di akun @pmb.stiemandala pada 23 April 2020.

Bincang Santai ini mengundang tiga alumni STIE Mandala Jember sekaligus dulunya sebagai peserta Joint Degree di RMUTT Thailand yakni:  Liliana Intan Hutomo, SM yang sekarang bekerja sebagai Asisten Manajer Bossotel Chiangmai, Alumni Joint Degree di RMUTT tahun 2018, Muhammad Saiful SE bekerja sebagai SPV Gener Cashier & Account Payable Harris Hotel & Conventions Bundaran Satelit Surabaya, Alumni Joint Degree di RMUTT Thailand tahun 2015 dan Angga Ade Permana, SE.,MM yang menjadi Dosen di STIE Mandala Jember Alumni Joint Degree di RMUTT Thailand tahun 2015.

“Ketika kalian memutuskan untuk kuliah, berprestisilah berikan yang terbaik yang bisa kalian berikan.” Pesan Liliana di akhir sesi pertama.

Dalam sesi kedua ada Muhammad Saiful SE yang memberikan motivasi juga kepada semuanya bahwa jangan pernah malu sama kampus kita yang kampus swasta. Mereka mampu kita juga harus mampu.

“Kalau saya tidak peduli yang penting yakin saya mampu, yakin bisa melewati. Kadang disitu kita gagal sebelum kita berberang. Kita enggak pd dulu kita dari STIE Mandala Jember nih, dari kampus swasta. Kalau dari awal kita enggak mampu, enggak percaya sama diri kita sendiri bagaimana kita bisa mampu melawan orang lain, kita sama-sama manusia, mereka makan nasi saya makan nasi mereka mampu saya harus mampu dong.”

Disesi ketiga juga masih bersama alumni STIE Mandala Jember yakni salah satu alumni yang menjadi dosen di Mandala. Bapak Ade Permana SE, beliau membicarakan bahwa di Mandala menyediakan fasilitas baik akademik maupun non akademik seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unit Aktivitas (UA) dan Himpunan Mahasiswa Jurursan (HMJ).

“Di Mandala juga terdapat beberapa organisasi mahasiswa yang di sana bisa diskusi bareng kalian bisa meningkatkan komunikasi dengan sebaik mungkin. Karena apa, ketika kalian bekerja entah diskusi dengan pimpinan atau rekan kerja maupun relasi, yang dilihat adalah kemampuan komunikasi.” Ujar Angga Ade Permana, SE,MM.

Bincang-bincang santai ini juga mempersilakan temen-temen yang menonton untuk bertanya dan akan dijawab langsung oleh pembicara pada hari tersebut.

( PART II )

Bincang-bincang dengan Bapak Dr. Dedy Wijaya Kususma

Lagi-lagi bersama Ibu Nurshadrina Kartika Sari, SE.,MM bincang santai ala STIE Mandala Jember kembali hadir yakni pada tanggal 29 April 2019. Sebelumnya bincang santai ini bertujuan untuk memotivasi dan memberikan informasi atau topik hangat selama kegiatan #dirumahaja dan juga mendukung gerakan Stay at Home.

Pada tema pembicaraan kali ini mengangkat salah satu tema yang diusulkan oleh teman-teman yang pernah bergabung di bincang santai part 1 yakni “Dampak Covid-19 pada Prekonomian dan Langkah-Langkah yang Diambil untuk mengatasi dampak tersebut.

Bincang-bincang dengan Bapak Mustofa SE,Msi

Pada bincang kali ini mengundang tiga pembicara yakni dosen STIE Mandala Jember Bapak  Mustofa SE,Msi, Bapak Dr. Dedy Wijaya Kususma, ST,Mpd dan Bapak Dr. Suwignyo Widagdo, SE, MM, MP.

Pembicara pertama  Bapak  Mustofa SE,Msi, menyampaikan bahwa ada dua sisi yang harus dipikirkan pemerintah sekarang.

“Yang harusnya dpikirkan pemerintahan sekarang adalah yang pertama sisi kesehatan dengan menekan agar tidak bertambah lagi orang yang terkena virus ini dan yang kedua yakni sisi ekonomi. Pemerintah harus bisa menyesuaikan semua lini semisal di desa-desa melalui Bumdes, mengisi lumbung-lumbung.”

Pembicara kedua juga menyampaikan pendapatnya mengenai hal ini. Bapak Dr. Dedy Wijaya Kususma, ST,Mpd membagi kedalam tiga dampak sektor mana saja yang terkena dampak virus ini.

“Ada tiga kategori ya, kategori pertama yakni kategori tinggi itu ada di sektor industri, sektor garmen dan sektro pariwisata seperti di Bali yang harus dikurnagi pariwisatanya. Yang kedua yakni sektor sedang, ini terdapat di sektor hiburan. Di televisi, mereka mulai mengurangi program-programnya. Dan terakhir di kategori rendah yakni sektor jasa, seperti ojek aplikasi itu.”

Di sesi terakhir yang sedikit terjadi kesalahan dalam bergabung, Bapak Dr. Suwignyo Widagdo, SE, MM, MP menyampaikan bahwasanya sekarang tidak hanya tiga pilar yang harus disinergikan, tapi empat pilar.

“Sekarang bukan lagi tiga tapi empat pilar yang meliputi siswa, keluarga, tempat pendidikan tersebut dan pemerintah. Itu yang harus kita sinergikan. Karena tidak semua pelajar suka dengan model pembelajaran yang sekarang.”

Bapak Suwignyo juga mengatakan ketika ditanya dampak dari pandemi ini untuk pendidikan, beliau menyampaikan jangan selalu membahas dampak dan melupakan sumber dampak tersebut.

“Jadi jangan selalu membahas dampak dan melupakan sumber masalah tersebut. Tetap berprestasi di tempat kerja masing-masing.”