Teliti Dayang Saing Cabai Terhadap Tembakau Na Oosgt
Dikupas Dalam Focus Group Discussion (FGD) di STIE Mandala Jember

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mandala Jember terus berkarya melalui penelitian dan pengabdian masyarakat. Salah satunya dengan melakukan penelitian Analisis Daya Saing dan Strategi Pengembangan Usahatani Cabai Besar di Kabupaten Jember.
Penelitian tersebut, salah satunya untuk mengukur daya saing usaha tani cabai besar terhadap si daun emas Tembakau Na Oogst di Jember. Pasalnya, cabai besar dan tembakau Na Oogst ditanam pada lahan yang sama dan pada musim yang sama. Penelitian dilakukan melalui studi lapang, juga Focus group discussion (FGD) di Auditorium STIE Mandala Jember.
Cabai besar merupakan salah satu komoditas penting dan bernilai ekonomis tinggi. Komoditas cabai besar ini diharapkan dapat direkomendasikan sebagai tanaman alternatif pengganti tembakau Na Oogst. “Penelitian ini berlangsung selama tiga tahun. Pada tahun pertama penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis risiko, keuntungan, dan kelayakan usahatani cabai besar di Kabupaten Jember,:” kata Dr Muhammad Firdaus, MM MP Dosen STIE Mandala Jember. Penelitian ini dilakukan bersama dosen STIE Mandala lainnya yaitu Drs Suherman MP, Drs Farid Wahyudi MKes, Ahmad Sauqi, SE MM, Nanda Widaninggar S.E Mak Ak CA.
Selain itu, penelitian tersebut juga untuk mengetahui tingkat kepekaan (sensitivity) usahatani cabai besar di Kabupaten Jember. Mengetahui daya saing usahatani cabai besar terhadap tembakau Na Oogst.
Pada tahun kedua penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor pendorong dan penghambat usahatani cabai besar di Jember dan untuk mengetahui strategi pengembangan usahatani cabai besar di Jember. . Pada tahun ketiga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi benchmarking untuk meningkatkan produktivitas cabai besar di Kabupaten Jember dan untuk membuat HKI sistem kelayakan usahatani cabai besar di Kabupaten Jember.
Penelitian dilakukan di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur dengan pertimbangan Kabupaten Jember merupakan salah satu wilayah agribisnis utama di Provinsi Jawa Timur. Data primer diperoleh dari petani cabai besar tembakau Na Oogst dengan menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya.
“HKI ini penting bagi petani hortikultura, khususnya cabai besar. Juga bagi mahasiswa, untuk menambah wawasan mata kuliah Manajemen Agribisnis, Studi Kelayakan Bisnis, Evaluasi Proyek, dan Kewirausahaan,” imbuhnya. Selain itu, peneliti juga membuat bahan masukan ke Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Leave a Comment