JEMBER – Dosen STIE Mandala Jember kian produktif menerbitkan buku. Hasil karya pengabdian dan penelitiannya banyak yang diwujudkan menjadi sebuah buku. Termasuk lima dosen STIE Mandala yang kompak membuat sebuah buku tentang cabai merah besar dengan judul Agribisnis Cabai Merah Besar; Peluang dan Tantangan.
Lima dosen STIE Mandala yang menyusun buku Agribisnis Cabai Merah Besar; Peluang dan Tantangan adalah Dr. Muhammad Firdaus, M.M., M.P., Drs Suherman M.P., Drs Farid Wahyudi M.Kes, Ahmad Sauqi, S.E., M.M., Nanda Widaninggar S.E., M.Ak., Ak., CA.
Setelah buku tercetak, buku Agribisnis Cabai Merah Besar; Peluang dan Tantangan dibedah di Auditorium STIE Mandala (18/11). Bahkan, Bisnis Cabai disebut bisa menjadi altenatif selain Daun Emas, Tembakau di Kabupaten Jember. “Wilayah Jember dengan lahan pertanian mencapai 46,41 persen sangat cocok untuk pengembangan Agribisnis Cabai Merah Besar dengan luas sawah mencapai 86.568,18 hektare,” kata Dr. Muhammad Firdaus, M.M., M.P..
Dia menjelaskan, saat ini sudah banyak petani di Kabupaten Jember yang mengembangkan Cabai Merah Besar. “Banyak petani di Kencong, Wuluhan, Ambulu, Tempurejo, Silo, Mayang, Jenggawah, Ajung, Umbulsari, Semboro, Jombang, Sumberbaru, Sukorambi, Ledokombo, Sumberjambe, Sukowono, Kaliwates, Sumbersari, dan Patrang yang budidaya cabai merah besar,” terangnya.
Dr. Muhammad Firdaus, M.M., M.P. melakukan penelitian secara khusus tentang Cabai Merah salah satu alasannya karena memberikan keuntungan besar. Bahkan, bisa menjadi alternatif selain Daun Emas tembakau. “Kalau dari komoditas hortikultura keuntungan yang diperoleh petani paling tinggi dengan R/C rasio 3,82. Diikuti Melon dengan rasio 2,89 Cabai rawit 2,64. Berikutnya semangka, buncis, tomat, terung, timun, kubis, kacang panjang.
Nanda Widaninggar, S.E., M.Ak., Ak., CA mengakui keuntungan agribisnis cabai merah besar memang tinggi. Berdasarkan Data dari Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) 2018 diketahui penjualan cabai merah besar waktu itu sebanyak Rp180.210.264. Dengan dikurangi biaya produksi Rp119.250.000 maka keuntungan mencapai Rp 60.960.264. “Keuntungannya memang besar,” ujarnya.
Dia menambahkan, Komoditas pangan utama di Kabupaten Jember meliputi padi, jagung, kedelai, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, dan hortikultura. “Sedangkan Komoditas perkebunan meliputi tembakau, kopi, karet, coklat, dan kedelai edamame,” imbuhnya.
Bahkan, Dr. Luh Putu Suciati, S.P., M.Si dari Perhepi (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia) Komisariat Daerah Jember menilai buku setebal 216 halaman tersbeut bagus untuk pengembangan pertanian di Jember. “Gaya penulisan komunikatif, jelas, dan jernih,” kata Dr. Luh Putu Suciati, M.Si. Dia juga menilai, Redaksional dan tata bahasa Indonesia baku, Penuturan Menggunakan Bahasa Praktis, Penggunaan kata dan diksi yang tepat.

Leave a Comment