Gunung Semeru meletus terjadi pada hari Sabtu, 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 dan mengeluarkan awan panas guguran. Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan, jarak luncur awan panas guguran Gunung Semeru mencapai hingga 11 kilometer. Awan panas guguran itu mengarah ke Curah Kobokan di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur.

Aliran awan panas Gunung Semeru menyebabkan jembatan di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, putus. Sebanyak 30 rumah di sekitar jalur aliran lahar Gunung Semeru yang ada di Kecamatan Pranajiwo, Lumajang, Jawa Timur, ambruk.

Sampai saat ini, terdapat 8 desa di dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terdampak semburan awan panas dari Gunung Semeru. Dampak erupsi Gunung Merapi dirasakan di 8 desa, yaitu Desa Sumber Wulu, Sumber Mujur, Penanggal, Candipuro dan Sumber Rejo, Kecamatan Candipuro. Sedangkan pada Kecamatan Pronojiwo ada tiga yaitu Desa Supiturang, Sumber Urip, dan Oro Oro Ombo.

Sementara itu, sejumlah daerah di Kabupaten Malang juga terdampak hujan abu vulkanik akibat awan panas guguran Gunung Semeru.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Malang, hujan abu terpantau di 6 kecamatan. Enam kecamatan itu yakni Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, Wajak, Gondanglengi, Jabung dan Poncokusumo.
Kecamatan yang terdampak hujan abu paling parah adalah Kecamatan Tirtoyudo.

Banyak para pengungsi yang masih membutuhkan pertolongan para relawan. Mengingat banyaknya kerugian dari musibah bencana alam di bawah Kaki Gunung Semeru yang meliputi Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Terjadinya bencana itu membuat mahasiswa/i STIE Mandala Jember bergerak untuk memberikan bantuan. Segenap relawan Mahasiswa/i Pasca Sarjana STIE Mandala Jember bergerak untuk menyalurkan bantuan tersebut langsung ketempat posko pengungsian di Lumajang yg terdampak erupsi tersebut.
Bantuan yabg disalurkan meliputi peralatan mandi, perlengkapan mandi, pakaian, serta makanan.

Leave a Comment