JEMBER – Melalui Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), 9 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mandala Jember ikut berpartisipasti dalam kegiatan perkuliahan secara daring dan luring di Universitas Nusa Cendana Kupang, Nusa Tenggara Timur. Terhitung sejak 22 Oktober hingga 23 Desember 2021, sejumlah mahasiswa ini terjun langsung dalam berkegiatan.

Berangkatnya sembilan mahasiswa ini adalah sebagai bentuk keikutsertaan dalam Program PMM yang termasuk salah satu Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dalam implementasinya sendiri, sistem perkuliahan yang dilakukan masih menggunakan sistem daring. Namun untuk kegiatan Modul Nusantara dilakukan secara luring di wilayah Kupang itu sendiri.

Berlangsungnya kegiatan ini tentu saja memberi hawa segar bagi mahasiswa yang mengikutinya. Setiap mahasiswa yang mengikuti tentu bisa belajar mengenai berbagai hal dan sudut pandang dari wilayah lain. Hal ini tentunya sejalan dengan tujuan program yang ingin mengenalkan budaya dan berbagai hal lain kepada setiap mahasiswa di seluruh Indonesia.

Berdasarkan penuturan Simplisius Sadang sebagai salah satu mahasiswa STIE Mandala Jember yang turut serta dalam kegiatan tersebut, mengikuti PMM bukanlah suatu hal yang berat. Justru dengan mengikuti kegiatan ini, mahasiswa bisa belajar banyak hal yang belum tentu didapat di kampus dan wilayah domisilinya.

“Pertama, kesan yang paling saya ingat kita bisa mengenal budaya yang berbeda. Awalnya memang agak sulit adaptasi, namun lama-kelamaan sudah terbiasa. Keramah-tamahan orang asli sana dan penyambutannya juga sangat baik. Kemudian, budaya di sana masih kental sekali. Mulai dari tenun, tarian, pengrajin, itu mungkin yang kurang kita temui di sini. Kalau di sana benar-benar masih sangat dijaga. Kita di sana bisa melakukannya langsung, di sini kita bisa mempraktikkannya ulang. Kedisiplinan waktu di sana juga sangat baik. Ini bagus untuk kita contoh,” ujarnya dalam sesi wawancara.

Menanggapi kegiatan ini, Dr. Suwignyo Widagdo, S.E., M.M., M.P selaku Ketua STIE Mandala Jember menegaskan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk diikuti. Mahasiswa harus keluar dan bisa bersosialisasi dengan dunia luar. Sehingga akan bertambah wawasan dan pengalaman yang didapat.

“Kegiatan ini sangat bagus. Mereka dari Jawa, juga harus menyeberang ke daerah lain. Proses pembelajaran tentu sama. Tapi di luar mereka bisa memahami keberagaman daerah lain. Dengan demikian, mereka akan sadar kebinekaan dan mereka bisa lebih toleran. Ini suatu pembelajaran yang tidak mudah karena bisa membangun karakter dan nasionalisme. Maka dari itu, kita dorong untuk ikut kegiatan ini.”

Dengan dorongan pihak kampus, tentu saja mahasiswa yang ikut terbang ke Kupang merasa sangat difasilitas. Ada banyak aspek pendukung yang sudah diberikan pihak kampus. Hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri yang mampu memberikan kepercayaan diri lebih bagi para mahasiswa.

“Bentuk dukungannya lebih ke konversi. Tanpa ada konversi, kita tidak akan berangkat. Kita punya kepercayaan diri untuk berangkat karena dibantu dengan konversi ini. Fasilitas untuk pemberangkatan dari kampus juga sangat baik. Untuk itu kita sangat berterima kasih. Datang juga dijemput dan pelayanannya sangat baik,” ungkap Simplisius Sadang

Untuk menindaklanjuti kegiatan serupa, pihak STIE Mandala Jember sudah memikirkan terobosan baru. Hal ini juga diungkapkan oleh Ketua STIE Mandala Jember langsung. Nantinya, dengan terobosan ini diharapkan setiap mahasiswa juga bisa mengikuti jejak yang sudah dilakukan sembilan mahasiswa ini.

“Kita akan lakukan pembenahan kurikulum. Sehingga mahasiswa maksimal di kampus hanya sampai semester lima. Sedangkan semester selanjunya silakan ikut berbagai program. Pekerjaan di masa mendatang tidak bisa didekati dengan satu pendekatan. SDM itu harus multitasking, bisa mengerjakan banyak hal. Sehingga mahasiswa bisa keluar magang, mengajar, dan lain-lain untuk menunjang hal ini,” terangnya.

Program ini tentunya sebuah program yang sangat bermanfaat untuk mahasiswa. Dengan melakukan pendekatan secara langsung ke daerah dan kampus lain, tentunya akan banyak poin penting yang bisa didapat. Mulai dari ilmu, wawasan, pengalaman, juga relasi. Maka dari itu, untuk masa mendatang diharapkan akan semakin banyak mahasiswa yang turut serta dalam program yang sama.

Reporter          : Novia Nur Aliftiani, Mohammad Yahya Afandi

Penulis Berita  : Novia Nur Aliftiani

Leave a Comment