JEMBER – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mandala Jember menjadi salah satu perguruan tinggi penerima beberapa mahasiswa dari luar wilayah dalam melangsungkan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) untuk angkatan pertama. Program ini dimulai secara daring sejak bulan September 2021 selama empat bulan. Namun sejumlah mahasiswa PMM sendiri berangkat ke STIE Mandala Jember sejak tanggal 23 Oktober untuk melakukan kegiatan secara luring.

Jumlah mahasiswa yang ditempatkan di STIE Mandala sendiri ada 30 mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi berbeda. Ada empat perguruan tinggi yang menjadi asal para mahasiswa ini, yatu Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara, Universitas Negeri Medan, Univeritas Halo Haleo, dan Universitas Negeri Makassar.

Program PMM sendiri merupakan program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang tujuannya untuk memberi pengalaman mahasiswa belajar di perguruan tinggi di wilayah lainnya. Dengan adanya kegiatan ini, maka mahasiswa bisa mengembangkan hard skill dan soft skill di berbagai bidang.

STIE Mandala Jember merupakan salah satu perguruan tinggi penerima mahasiswa PMM dari berbagai wilayah. Tentunya hal ini memberi pengalaman berbeda dari segala aspeknya. Poin utama yang menjadi pembeda dan yang menarik adalah dari segi budaya dan adab. Hal ini disampaikan langsung oleh Suhendri, salah satu Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara yang mengikuti kegiatan luring di STIE Mandala Jember.

“Kalau dari kami Mahasiswa UMSU sendiri, yang menarik itu karakter mahasiswa-nya yang lebih sopan. Jawa sendiri memiliki adab yang baik. Bisa dikatakan lebih baik adabnya kalau dilihat dari mahasiswa-nya. Tidak grusa-grusu,” ungkapnya.

Selain dari mahasiswa, poin lain yang dirasakan sangat berbeda adalah dari perlakuan yang diberikan para dosen. Menurut penuturan Mahasiswa PMM, dosen yang ada di STIE Mandala Jember sangat mengayomi mahasiswa dengan tutur kata yang lembut. Hal ini tentunya menjadi poin plus lainnya untuk STIE Mandala.

“Kalau dari saya sendiri, jujur, lebih tertarik dengan dosen-nya. Lebih ramah dan lebih mengayomi mahasiswa, dan ini berbeda dengan di Medan. Kalau di Medan itu karakternya keras, sedangkan di sini lebih lembut. Jadi sangat nyaman belajar dengan dosen di sini. Banyak juga dosen yang humble. Jadi kami merasa sebagai mahasiswa yang dihargai,” kata Nur Alfi Syahri, salah satu Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara.

Melalui respon yang baik ini, tentunya STIE Mandala Jember memiliki nilai tambah dari segi penerimaan mahasiswa PMM. Kesan baik ini juga dirasakan oleh Laksamana Putra, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara lain yang ikut dalam kegiatan luring di STIE Mandala Jember. Berdasarkan penuturannya, ada banyak nilai lebih dari kegiatan yang sudah dilakukan di kampus ini.

“Kalau dari UMSU, saya belum mendapat pembelajaran secara offline. Jadi saya mengikuti kegiatan offline langsung di kampus penerima, di STIE Mandala Jember. Saat saya pertama kali berkegiatan offline di sini, saya merasa diterima secara baik. Kemudian saya juga menerima sosialisasi dengan dosen secara lebih dekat. Saya sebagai mahasiswa yang belum mengerti sistem kampus, di Mandala mendapat edukasi yang lebih,” pungkasnya.

Ragam testimoni baik dari mahasiswa PMM ini tentunya menjadi tolak ukur tersendiri untuk STIE Mandala Jember dalam memberi pelayanan kepada mahasiswa. Sehingga saat ada program PMM lanjutan dan menerima mahasiswa dari program tersebut, bisa memberi penerimaan serupa agar mahasiswa bisa merasa nyaman berkegiatan di STIE Mandala Jember.

Reporter          : Revi Yuli Mariska, Noor Fauzan Prawijaya

Penulis Berita  : Novia Nur Aliftiani

1 Comment

  1. Mantap 👍 semoga di angkatan kedua lebih baik lagi pmm nya, terimakasih atas ilmu yang di berikan oleh STIE Mandala kepada kami anak pmm khususnya anak UMSU ❤️

Leave a Comment